Senin, 06 November 2017

Pengantar Manajemen


Ringkasan Pengantar Manajemen


Nama Mahasiswa          :       Dian Anggraini
NIM                                :       16120032
Mata Kuliah                  :       Pengantar Manajemen
Progam Studi                :       S1 Manajemen
Semester                        :       Ganjil 2016/2017
Dosen                              :      Mutdi Ismuni,SE,MM


BAB I PENGERTIAN MANAJEMEN

A. Pengertian Manajemen
            Definisi manajemen atau pengertian manajemen dapat kita lihat di beberapa sumber yang cukup terkenal.
Manajemen menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah :
            “penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran” atau “pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Kata manajemenseperti yang anda ketahui berasal dari kata bahasa Inggris “management” yang berasal dari kata dasar “manage”.
            Pengertian Manajemen itu sendiri secara umum yang bisa kita jadikan pegangan adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti Planning, Organizing, Leading, Staffing, dan Controlling yang dilakukan oleh para anggota organisasi dengan menggunakan seluruh sumber daya organisasi untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.



B. FUNGSI MANAJEMEN
1. Planning
          Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang paling rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencanaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
a.       Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
b.      Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
c.       Dimanakah tindakan itu harus dikerjakan ?
d.      Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
e.       Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
f.       Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
            Menurut Stoner Planning adalah proses menetapakan sasaran dan tindakan yang
perlu untuk mencapai sasaran tadi.   
2. Organizing / Pengorganisasian
            Fungsi ini menyangkut tugas manajemen dalam merancang dan mengembangkan suatu organisasi sehingga berbagai progam dapat dilaksanakan.
Pengorganisasian menyangkut :
a.       Penentuan seluruh sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
b.      Perencanaan dan pengembangan suatu organisasi
c.       Penugasan tanggung jawab tertentu
d.      Pendelegasian wewenang


3. Leading
            Leading dikemukan oleh Louis A. Allen. Istilah Leading dirumuskan sebagai pekerja yang dilakukan oleh manajer yang menyebabkan orang lain bertindak.
Pekerjaan Leading meliputi 5 macam kegiatan, yakni :
a.       Mengambil keputusan.
b.      Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
c.       Memberi motivasi, semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawah supaya mereka bertindak.
d.      Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta.
e.       Memperbaiki pengetahuan dan sikap-siakp bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
4. Staffing
     Staffing merupakan fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberidaya guna maksimal kepada organisasi.
5. Directing/Commanding
      Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
6. Controlling
      Controlling atau pengawasan, sering disebut juga pengendalian adalah salah satu funsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sebagai apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dan tujuan yang telah digariskan semula.

C. MANAJEMEN SEBAGAI ILMU, SENI, DAN PROFESI
1. Manajemen Sebagai Ilmu
            Manajemen telah dipelajari sejak lama, dan dikembangkan /diteliti dengan metode ilmiah sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang telah di kumpulkan secara sistematis, di oragnisasi dan diterima kebenarannya hal ini dibuktikan dengan adanya metode ilmiah yang dapat digunakandalam setiap penyelesaian masalah dalam manajemen. Metode ilmiah pada hakikatnya meliputi urutan kegiatan :
a.       Mengetahui adanya persoalan.
b.      Mendefinisikan persoalan.
c.       Mengumpulkan fakta, data, dan informasi .
d.      Menyusun alternatif penyelesaian.
e.       Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian.
f.       Melaksanakan keputasan serta tindak lanjut.
2. Manajemen Sebagai Seni
            Manajemen juga dianggap sebagai seni. Hal ini disebabkan oleh kepemimpinan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antara manusia untuk dapat menggerakan orang lain guna mencapai organisasi, yang semua itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang, beberapa hal diatas tentu sulit untuk dipelajari, sehingga membutuhkan seni untuk dapat menguasainya.
3. Manajemen Sebagai Profesi
             Hampir dalam semua kegiatan, supaya dapat mencapai tujuan organisasinya, maka perlu adanya manajerial (orang yang mengatur), mengapa demikian, karena dalam pekerjaan apapun harus dicapai secara efektif dan efisien. Kegiatan ini membutuhkan orang yang memiliki kemampuan majerial, sehingga Manajemen sekarang sudah dipandang sebuah profesi.


BAB II MANAJEMEN DAN MANAJER

            Manajemen dapat ditemukan di setiap oraganisasi, dan Manajer adalah orang yang melaksanakan manajemen yang memiliki tanggung jawab atas bawahannya dan sumber daya organisasi.
                Manajer dapat diklarifikasikan dalam 2 (dua) cara, yaitu menurut tingkatan dalam organisasi dan kegiatan organisasi di mana mereka bertanggung jawab.
                Menurut tingkatnya dalam organisasi manajemen dibagi menjadi 3 golongan :
1. Manajemen Lini atau manajemen tingkatan pertama, yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, di mana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen Menengah ( Middle Manager ) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan di dalam organisasi. Manajer menengah mengarahkan kegiatan manager lain, juga mengarahkan kegitan-kegiatanyang melaksanakan kebijakan organisasi. Contohnya Kepala Bagian yang membawahi kepala seksi, kepala divisi dan lain sebagainya.
3. Manajeen Puncak ( Top Manajer ),  terdiri atas kelompok yang relative kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya. Sebutan yang khas untuk manajemen puncak ini adalah Chief Executive Officer ( Direktur Utama ), Presiden dan Senior Vicepresident.
                Dari ketiga tingkatan manajemen, akan membedakan fungsi-fungsi manajemen yang dilaksakan. Ada 2 ( dua ) fungsi utama manajemen:
1. Manajemen Administratif yang berkaitan dengan penetapan tujuan dan perencanaan, penyusunan kepegawaian, dan pengawasan.
2. Manajemen Operatif mencakup kegiatan motivasi, supervise dan komunikasi dengan para karyawan untuk mengarahkan usaha mencapai hasil yang efektif.


A. Kegiatan Yang Dilakukan Oleh Seorang Manajer
1. Perencanaan ( Planning )
            Seorang manajer harus memikirkan perencanaan kegiatan yang akan di buat karena, pembuatan rencana oleh pimpinan/manajer perusahaan untuk perusahaan guna menentukan garis-garis besar kegiatan perusahaan, memikirkan dan mempersiapkan masa depannya, serta menentukan What, How, Goal, Where, dan When yang sesuai dan tepat untuk melaksanakannya, serta menentukan dan proses yang akan ditempuh.
            Langkah-langkah yang ditempuh dalam membuat perencanaan adalah sebagai berikut : a. Menentukan sasaran ( Goal ) : Menentukan hasil akhir yang ignin dicapai.
b. Membuat perkiraan ( Forecasting ) : Memperkirakan kecendurungan, antisipasi keadan untuk mencapai tujuan.
c. Menyusun Strategi ( Strategi Arranging ) : Menentukan cara, taktik, hal-hal istimewa, dan waktu yang dibutuhkan guna mencapai tujuan.
d. Menyusun program ( Programming ) : Menentukan prioritas, tahapan, perincian kegiatan, dan penjadwalannya.
e. Membuat anggaran ( Budgeting ) : Mengalokasikan sumber daya untuk setiap unit usaha dan rencana keuangan yang mencerminkan kegiatan usaha.
f. Membuat prosedur kerja ( Work Proceduring ) : Menentukan standarisasi proses kerja.
g. Membuat pola kebijakan ( Policy Making ) : Pengambilan keputusan pdaa urusan-urusan penting yang terjadi secara berulang berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan.
2. Pengorganisasian ( Organizing )
            Selain membuat planning seorang manajer harus  membuat pengorganisasian karena pengorganisasian adalh pengaturan pembagian tugas yang didelegasikan kepada staf dengan baik dan tepat sehingga tugas tersebut dapat diseesaikan tempat waktu secara efektif dan efisien.
Dalam Pengorganisasian perusahaan, seorang pimpinan/manajer hendaknya:
a. Membuat struktur organisasi : Menciptakan bagan/susunan organisasi yang sesuai dengan keadaan perusahaan yang bersangkutan.
b. Merumuskan pola hubungan kewenagan dalam organisasi secara hirakis dan horizontal. Menentukan garis hubungan kewenangan yang jelas untuk kapasitas pelaksanaan komando dan kelancaran koordinasi.
c. Menyusun uraian jabatan. Penyusunan uraian jabatan dimasudkan untuk menetukan ruang lingkup kerja, kerangka hubungan kewenangan dan tanggung jawab.
d. Menentukan persyaratan jabatan.  Penentuan persyaratan jabatan dimaksudkan untuk persyaratan menentukan kualitas seseorang yang akan mengisi setiap jabatan yang sesuai dengan latar belakang pengetahuan, keterampilan, sikap, pengalamannya.
3. Pengarahan ( Directing )
            Dalam hal ini pengarahan sangat perlu dilakukan olehseorang manajer karena pengarahan adalah kemampuan pimpinan/manajer perusahaan untuk meciptakan kegiatan yang bermakna yang dapat mencapai sasaran yang diharapkan. Hal-hal yang perlu diketahui oleh pimpinan/manajer perusahaan dalam pelaksanaan pengarahan adalah sebagai berikut :
a. Penugasan dan Pendelegasian Wewenang : Pimpinan/manajer perusahaan harus dengan bijaksana memberikan tugas, tanggung jawab serta wewenang kepada yang bersangkutan sesuai jabatannya guna mencapai sasaran yang diharapkan.
b. Memotivasi : Pimpinan/manajer perusahaan harus mampu memberikan semangat dan dorongan kepada karyawannya sehingga dapat melakukan tugasnya seperti yang diharapkan.
c. Melakukan Koordinasi : Pimpinan/manajer perusahaan harus mampu menciptakan keserasian dalam setiap kegiatan secara optimal sesuai dengan keadaan perubahan keadaan dan perkembangan zaman.
d. Mengatasi Konflik : Pimpinan/manajer perusahaan harus mampu menciptakan suasana sikap keterbukaan, keberanian mengemukakan pendapat, kesediaan mendengarkan orang lain dan mempertimbangkannya.
e. Mengendalikan Perubahan : Pimpinan/manajer harus mampu memberikan dorongan kepada karyawan untuk bereaksi secara inovatif guna mencapai sasaran yang diharapkan dalam situasi dan zaman yang selalu berubah dan berkembang.
4. Penempatan Tenaga ( Staffing )
            Yang dimaksud dengan penempatan kerja adalah pemilihan dan penempatan orang yang tepat dan memenuhi syarat yang telah ditentukan untuk setiap jabatan/posisi ( the right man in the right position ).Dalam penempatan tenaga kerja yang tepat pada setiap jabatan pemimpin perusahaan hendaknya :
a.      Menyeleksi
b.      Memberikan orientasi
c.       Mengadakan pendidikan dan pelatihan
5. Pengendalian dan Pengawasan ( Controlling )
            Pengendalian dan pengawasan adalah suatu jamina untuk memperoleh peningkatan kualitas untuk mencapau sasaran yang telah direncanakan. Dalam pengendalian dan pengawasan, pimpinan/manajer perusahaan hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut :
a.      Menentukan sistem laporan
b.      Menentukan standar prestasi kerja
c.       Mengukur hasil pekerjaan
d.      Memberikan imbalan dan melakukan antisipasi terhadap penyimpangan
BAB III SEJARAH PEMIKIRAN DAN PERKEMBANGAN MANAJEMEN
A. Teori Manajemen Ilmiah
1. Robert Owen ( 1771-1858 )
            Robet Owen adalah seorang manajer pabrik permintaan kapas di New Landmark Scotland. Dalam penelitiannya dian menyimpulkan bahwa mesin-mesin yang dirawat dengn baik akan memberikan keuntungan buat pabrik, demikian juga apabia tenaga kerja dirawat (diperhatikan)kesejahteraannya maka tenaga kerja akan bekerja dengan baik dan memberikan keuntungan buat pabrik.
2. Charles Babbege ( 1793-1871 )
            Ide gagasannya melalui buku “The Economic Of Manufacture” tahun 1832 adalah sebagai berikut :
a. Tenaga kerja memerlukan waktu untuk belajar tenang pekerjaannya, sehingga banyak waktu yang terbuang apabila tenaga kerja berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, sehingga diperlukan spesialisasi.
b. Kemampuan dan keterampilan seseorang akan bertambah apabila dia bekerja untuk satu macam pekerjaan.
c. Pemahaman tenaga kerja akan alat/mesin akan semakin baik karena spesialisasi dan hanya bekerja dengan menggunakan alat yang sama secara terus-menerus.
            Kontribusi Charles Babbage ang lain adalah menciptakan mesin hitung mekanik (calculator mekanik ) pertama dan juga idenya supaya ada kerja sama yang saling menguntungkan antara pemilik pabrik dengan karyawannya.
3. Frederrick W Taylor ( 1856-1915 )
            Frederrick Winslow Taylor termasuk Perintis Manajemen Ilmiah, manajer produksi pada Midvale Steel Amerika Serikat, dianggap sebagai ‘Bapak Management Science’, ia adalah orang pertama yang menemukan ide dan gagasan mengenai studi tentang waktu kerja (Time and Motion Studies):
            Sistem Upah Differensial (Differensial Rate System) yaitu metode pengupahan yang berdasarkan pada kecepatan dan produktivitas kerja karyawan.
B. TEORI ORGANISASI KLASIK
1. Henri Fayol ( 1841-1925 )
            Dalam bukunya yang berjudul “Administration Industrielle et Generale” dia memerinci manajemen menjadi 5 (lima) unsur yaitu :
a.      Perencanaan
b.      Pengorganisasian
c.       Pemberi Perintah
d.      Pengkoordinasian
e.      Pengawasan
Kemudian dia membagi/mengklarifikasikan tugas seorang manajer menjadi 6 (enam) kegiatan yaitu :
a.      Technical         :           Teknik produksi dan manufactur pabrik
b.      Commercial    :            Penyediaan bahan baku dan penjualan produk
c.       Financial          :            Perolehan dan penggunaan Modal
d.      Security           :            Perlindungan karyawan dn Asset perusahaan
e.      Akuntansi        :            Pencatatan dan pelaporan biaya, laba dan hutang
f.        Manajerial      :            Perencanaan, Pengorganisasi, Pemberian perintah, Koordinasi dan Pengawan.

Henry Fayol juga mengemukakan 14 (emapt belas) prinsip-prinsip manajemen yaitu :
a. Pembagian kerja : Untuk mendapatan efesiensi diperlukan spesialisasi pekerjaan.
b. Wewenang : Manajer memiliki hak untuk memberi perintah dan perintahnya harus dipatuhi.
C. Disiplin : Harus ada respek dan taat pada peranan dan tujuan organisasi.
d. Kesatuan Perintah : Setiap tenaga kerja hanya menerima perintah dari seorang atasan, sehingga tidak terjadi dualism perintah yang bisa saling bertentangan.
e. Kesatuan Pengarahan : kegiatan dalam organisasi yang memiliki kesamaan tujuan harus  dalam satu kesatuan rencana (planning) dan diarahkan oleh manajer.
f. Mendahulukan kepentingan umum : Kepentingan organisasi harus menjadi prioritas utama.
g. Balas Jasa : Kompensasi yang diberikan kepada karyawan harus adil.
h. Sentralisasi : Keseimbangan yang baik antara perintah dan pelaksanaan kegiatan (antara Sentralisasi dan Desentralisasi).
i. Garis Wewenang : Harus memiliki garis wewenang yang jelas.
j. Order : Bahan dan SDM harus berada pada waktu dan tempat yang tepat sehingga karyawan diposisikan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.
k. Keadilan : Adanya kesamaan perlakuan dalam organisasi.
l. Stabilitas Staff Organisasi : Seringnya rotasi/perpindahan karyawan dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan lain bisa menghambatbtujuan organisasi.
m. Inisiatif : Karyawan harus diberi kebebasan untuk menjalankan rencana (planning) organisaasi sesuai dengan kreatifitasnya.
n.Semangat Kebersamaan ( Esprit de Corps ) Kesatuan dan semangat kebersamaan dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. James D Mooney
            James D Mooney adalah seorang Eksekutif di General Motors. Definisi Oraganisasi menurut James D Mooney “Sekelompok (dua atau lebih ) orang yang tergabung untuk mencapai tujuan tertentu”, ada 4 (empat) kaidah yang harus dipenuhi untuk membuat/merancang sebuah organisasi :
a. Koordinasi : Wewenang, Kebutuhan yang sama, Tujuan yang sama, dan Disiplin
b. Prinsip Skalar : Prospek, kepemimpinan,delegasi wewenang dan definisi fungsional
c. Prinsip Fungsional : Adanya beberapa macam tugas dan wewenang yang berbeda
d. Prinsip Staff : Adanya perbedaan antara staff dan pimpinan
3. Mary Parker Follet ( 1868-1933 )
            Teori yang dikemukakan oleh Mary Parker Follet bersama Charles I Bernard berdasarkan kerangka klasik tetapi juga memperkenalkan beberapa unsur-unsur hubungan manusiawi, sehingga keduanya dikenal sebagai penghubung antara Teori Klasik dan Teori Hubungan Manusiawi.
            Mary Parker Follet adalah orang yang pertama menerapkan psikologi dalam perusahaan, dia percaya bahwa kerjasama yang baik antara manajer dan bawahan akan menguntungkan perusahaan, karena konflik dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi, dimana jalan keluar bisa diperoleh dengan mencari jalan keluar diantara perbedaan-perbedaan yang ada.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar