Ringkasan
Pengantar Manajemen
Nama Mahasiswa : Dian
Anggraini
NIM : 16120032
Mata Kuliah : Pengantar Manajemen
Progam Studi : S1 Manajemen
Semester : Ganjil 2016/2017
Dosen
: Mutdi Ismuni,SE,MM
BAB I PENGERTIAN MANAJEMEN
A. Pengertian Manajemen
Definisi manajemen atau pengertian
manajemen dapat kita lihat di beberapa sumber yang cukup terkenal.
Manajemen menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah :
“penggunaan sumber daya secara
efektif untuk mencapai sasaran” atau “pimpinan yang bertanggung jawab atas
jalannya perusahaan dan organisasi. Kata manajemenseperti yang anda ketahui
berasal dari kata bahasa Inggris “management” yang berasal dari kata dasar
“manage”.
Pengertian
Manajemen itu sendiri secara umum yang bisa kita jadikan pegangan adalah suatu
proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti Planning, Organizing,
Leading, Staffing, dan Controlling yang dilakukan oleh para anggota organisasi
dengan menggunakan seluruh sumber daya organisasi untuk menentukan dan mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
B. FUNGSI MANAJEMEN
1. Planning
Berbagai
batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang paling
rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah
penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Pembatasan yang terakhir merumuskan perencanaan merupakan penetapan jawaban
kepada enam pertanyaan berikut :
a. Tindakan
apa yang harus dikerjakan ?
b. Apakah
sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
c. Dimanakah
tindakan itu harus dikerjakan ?
d. Kapankah
tindakan itu harus dikerjakan ?
e. Siapakah
yang akan mengerjakan tindakan itu ?
f. Bagaimanakah
caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapakan sasaran
dan tindakan yang
perlu
untuk mencapai sasaran tadi.
2. Organizing / Pengorganisasian
Fungsi ini menyangkut tugas
manajemen dalam merancang dan mengembangkan suatu organisasi sehingga berbagai
progam dapat dilaksanakan.
Pengorganisasian
menyangkut :
a. Penentuan
seluruh sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
organisasi.
b. Perencanaan
dan pengembangan suatu organisasi
c. Penugasan
tanggung jawab tertentu
d. Pendelegasian
wewenang
3. Leading
Leading dikemukan oleh Louis A.
Allen. Istilah Leading dirumuskan sebagai pekerja yang dilakukan oleh manajer
yang menyebabkan orang lain bertindak.
Pekerjaan
Leading meliputi 5 macam kegiatan, yakni :
a. Mengambil
keputusan.
b. Mengadakan
komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
c. Memberi
motivasi, semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawah supaya mereka
bertindak.
d. Memilih
orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta.
e. Memperbaiki
pengetahuan dan sikap-siakp bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
4. Staffing
Staffing merupakan fungsi manajemen
berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga
kerja pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberidaya guna
maksimal kepada organisasi.
5. Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi
manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran,
perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas
masing-masing agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju
pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
6. Controlling
Controlling atau pengawasan, sering disebut
juga pengendalian adalah salah satu funsi manajemen yang berupa mengadakan
penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sebagai apa yang dilakukan bawahan
dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dan tujuan yang telah
digariskan semula.
C. MANAJEMEN SEBAGAI ILMU, SENI,
DAN PROFESI
1. Manajemen Sebagai Ilmu
Manajemen telah dipelajari sejak
lama, dan dikembangkan /diteliti dengan metode ilmiah sebagai sebuah ilmu
pengetahuan yang telah di kumpulkan secara sistematis, di oragnisasi dan
diterima kebenarannya hal ini dibuktikan dengan adanya metode ilmiah yang dapat
digunakandalam setiap penyelesaian masalah dalam manajemen. Metode ilmiah pada
hakikatnya meliputi urutan kegiatan :
a. Mengetahui
adanya persoalan.
b. Mendefinisikan
persoalan.
c. Mengumpulkan
fakta, data, dan informasi .
d. Menyusun
alternatif penyelesaian.
e. Mengambil
keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian.
f. Melaksanakan
keputasan serta tindak lanjut.
2. Manajemen Sebagai Seni
Manajemen
juga dianggap sebagai seni. Hal ini disebabkan oleh kepemimpinan memerlukan
kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan
antara manusia untuk dapat menggerakan orang lain guna mencapai organisasi,
yang semua itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang, beberapa hal diatas
tentu sulit untuk dipelajari, sehingga membutuhkan seni untuk dapat
menguasainya.
3. Manajemen Sebagai Profesi
Hampir dalam semua
kegiatan, supaya dapat mencapai tujuan organisasinya, maka perlu adanya
manajerial (orang yang mengatur), mengapa demikian, karena dalam pekerjaan
apapun harus dicapai secara efektif dan efisien. Kegiatan ini membutuhkan orang
yang memiliki kemampuan majerial, sehingga Manajemen sekarang sudah dipandang
sebuah profesi.
BAB II MANAJEMEN DAN MANAJER
Manajemen dapat ditemukan di setiap
oraganisasi, dan Manajer adalah orang yang melaksanakan manajemen yang memiliki
tanggung jawab atas bawahannya dan sumber daya organisasi.
Manajer
dapat diklarifikasikan dalam 2 (dua) cara, yaitu menurut tingkatan dalam organisasi
dan kegiatan organisasi di mana mereka bertanggung jawab.
Menurut
tingkatnya dalam organisasi manajemen dibagi menjadi 3 golongan :
1. Manajemen Lini atau manajemen tingkatan
pertama, yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, di mana
seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau
pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen Menengah ( Middle Manager ) yaitu
mencakup lebih dari satu tingkatan di dalam organisasi. Manajer menengah
mengarahkan kegiatan manager lain, juga mengarahkan kegitan-kegiatanyang
melaksanakan kebijakan organisasi. Contohnya Kepala Bagian yang membawahi
kepala seksi, kepala divisi dan lain sebagainya.
3. Manajeen Puncak ( Top Manajer ), terdiri atas kelompok yang relative kecil,
yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka
menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan
lingkungannya. Sebutan yang khas untuk manajemen puncak ini adalah Chief
Executive Officer ( Direktur Utama ), Presiden dan Senior Vicepresident.
Dari ketiga tingkatan manajemen,
akan membedakan fungsi-fungsi manajemen yang dilaksakan. Ada 2 ( dua ) fungsi
utama manajemen:
1. Manajemen
Administratif yang berkaitan dengan penetapan tujuan dan perencanaan,
penyusunan kepegawaian, dan pengawasan.
2. Manajemen
Operatif mencakup kegiatan motivasi, supervise dan komunikasi dengan para
karyawan untuk mengarahkan usaha mencapai hasil yang efektif.
A. Kegiatan Yang Dilakukan Oleh Seorang Manajer
1. Perencanaan ( Planning )
Seorang
manajer harus memikirkan perencanaan kegiatan yang akan di buat karena,
pembuatan rencana oleh pimpinan/manajer perusahaan untuk perusahaan guna menentukan
garis-garis besar kegiatan perusahaan, memikirkan dan mempersiapkan masa
depannya, serta menentukan What, How, Goal, Where, dan When yang sesuai dan
tepat untuk melaksanakannya, serta menentukan dan proses yang akan ditempuh.
Langkah-langkah
yang ditempuh dalam membuat perencanaan adalah sebagai berikut : a. Menentukan
sasaran ( Goal ) : Menentukan hasil akhir yang ignin dicapai.
b. Membuat perkiraan ( Forecasting )
: Memperkirakan kecendurungan, antisipasi keadan untuk mencapai tujuan.
c. Menyusun Strategi ( Strategi
Arranging ) : Menentukan cara, taktik, hal-hal istimewa, dan waktu yang
dibutuhkan guna mencapai tujuan.
d. Menyusun program ( Programming ) :
Menentukan prioritas, tahapan, perincian kegiatan, dan penjadwalannya.
e. Membuat anggaran ( Budgeting ) :
Mengalokasikan sumber daya untuk setiap unit usaha dan rencana keuangan yang
mencerminkan kegiatan usaha.
f. Membuat prosedur kerja ( Work
Proceduring ) : Menentukan standarisasi proses kerja.
g. Membuat pola kebijakan ( Policy
Making ) : Pengambilan keputusan pdaa urusan-urusan penting yang terjadi secara
berulang berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan.
2. Pengorganisasian ( Organizing )
Selain
membuat planning seorang manajer harus
membuat pengorganisasian karena pengorganisasian adalh pengaturan
pembagian tugas yang didelegasikan kepada staf dengan baik dan tepat sehingga
tugas tersebut dapat diseesaikan tempat waktu secara efektif dan efisien.
Dalam Pengorganisasian perusahaan,
seorang pimpinan/manajer hendaknya:
a. Membuat struktur organisasi :
Menciptakan bagan/susunan organisasi yang sesuai dengan keadaan perusahaan yang
bersangkutan.
b. Merumuskan pola hubungan kewenagan
dalam organisasi secara hirakis dan horizontal. Menentukan garis hubungan
kewenangan yang jelas untuk kapasitas pelaksanaan komando dan kelancaran
koordinasi.
c. Menyusun uraian jabatan.
Penyusunan uraian jabatan dimasudkan untuk menetukan ruang lingkup kerja,
kerangka hubungan kewenangan dan tanggung jawab.
d. Menentukan persyaratan
jabatan. Penentuan persyaratan jabatan
dimaksudkan untuk persyaratan menentukan kualitas seseorang yang akan mengisi
setiap jabatan yang sesuai dengan latar belakang pengetahuan, keterampilan,
sikap, pengalamannya.
3. Pengarahan ( Directing )
Dalam
hal ini pengarahan sangat perlu dilakukan olehseorang manajer karena pengarahan
adalah kemampuan pimpinan/manajer perusahaan untuk meciptakan kegiatan yang
bermakna yang dapat mencapai sasaran yang diharapkan. Hal-hal yang perlu
diketahui oleh pimpinan/manajer perusahaan dalam pelaksanaan pengarahan adalah
sebagai berikut :
a. Penugasan dan Pendelegasian
Wewenang : Pimpinan/manajer perusahaan harus dengan bijaksana memberikan tugas,
tanggung jawab serta wewenang kepada yang bersangkutan sesuai jabatannya guna
mencapai sasaran yang diharapkan.
b. Memotivasi : Pimpinan/manajer
perusahaan harus mampu memberikan semangat dan dorongan kepada karyawannya
sehingga dapat melakukan tugasnya seperti yang diharapkan.
c. Melakukan Koordinasi :
Pimpinan/manajer perusahaan harus mampu menciptakan keserasian dalam setiap
kegiatan secara optimal sesuai dengan keadaan perubahan keadaan dan
perkembangan zaman.
d. Mengatasi Konflik :
Pimpinan/manajer perusahaan harus mampu menciptakan suasana sikap keterbukaan,
keberanian mengemukakan pendapat, kesediaan mendengarkan orang lain dan
mempertimbangkannya.
e. Mengendalikan Perubahan :
Pimpinan/manajer harus mampu memberikan dorongan kepada karyawan untuk bereaksi
secara inovatif guna mencapai sasaran yang diharapkan dalam situasi dan zaman
yang selalu berubah dan berkembang.
4. Penempatan Tenaga ( Staffing )
Yang
dimaksud dengan penempatan kerja adalah pemilihan dan penempatan orang yang
tepat dan memenuhi syarat yang telah ditentukan untuk setiap jabatan/posisi (
the right man in the right position ).Dalam penempatan tenaga kerja yang tepat
pada setiap jabatan pemimpin perusahaan hendaknya :
a.
Menyeleksi
b.
Memberikan
orientasi
c.
Mengadakan
pendidikan dan pelatihan
5. Pengendalian dan Pengawasan ( Controlling )
Pengendalian
dan pengawasan adalah suatu jamina untuk memperoleh peningkatan kualitas untuk
mencapau sasaran yang telah direncanakan. Dalam pengendalian dan pengawasan,
pimpinan/manajer perusahaan hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut :
a.
Menentukan
sistem laporan
b.
Menentukan
standar prestasi kerja
c.
Mengukur
hasil pekerjaan
d.
Memberikan
imbalan dan melakukan antisipasi terhadap penyimpangan
BAB III SEJARAH PEMIKIRAN DAN PERKEMBANGAN MANAJEMEN
A. Teori Manajemen
Ilmiah
1. Robert Owen (
1771-1858 )
Robet
Owen adalah seorang manajer pabrik permintaan kapas di New Landmark Scotland.
Dalam penelitiannya dian menyimpulkan bahwa mesin-mesin yang dirawat dengn baik
akan memberikan keuntungan buat pabrik, demikian juga apabia tenaga kerja
dirawat (diperhatikan)kesejahteraannya maka tenaga kerja akan bekerja dengan
baik dan memberikan keuntungan buat pabrik.
2. Charles Babbege (
1793-1871 )
Ide
gagasannya melalui buku “The Economic Of Manufacture”
tahun 1832 adalah sebagai berikut :
a. Tenaga kerja memerlukan waktu
untuk belajar tenang pekerjaannya, sehingga banyak waktu yang terbuang apabila
tenaga kerja berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, sehingga
diperlukan spesialisasi.
b. Kemampuan dan keterampilan
seseorang akan bertambah apabila dia bekerja untuk satu macam pekerjaan.
c. Pemahaman tenaga kerja akan
alat/mesin akan semakin baik karena spesialisasi dan hanya bekerja dengan
menggunakan alat yang sama secara terus-menerus.
Kontribusi
Charles Babbage ang lain adalah menciptakan mesin hitung mekanik (calculator
mekanik ) pertama dan juga idenya supaya ada kerja sama yang saling
menguntungkan antara pemilik pabrik dengan karyawannya.
3. Frederrick W Taylor ( 1856-1915 )
Frederrick
Winslow Taylor termasuk Perintis Manajemen Ilmiah, manajer produksi pada
Midvale Steel Amerika Serikat, dianggap sebagai ‘Bapak Management Science’, ia
adalah orang pertama yang menemukan ide dan gagasan mengenai studi tentang
waktu kerja (Time and Motion Studies):
Sistem
Upah Differensial (Differensial Rate System) yaitu metode pengupahan yang
berdasarkan pada kecepatan dan produktivitas kerja karyawan.
B. TEORI ORGANISASI KLASIK
1. Henri Fayol ( 1841-1925 )
Dalam
bukunya yang berjudul “Administration Industrielle et Generale” dia memerinci
manajemen menjadi 5 (lima) unsur yaitu :
a.
Perencanaan
b.
Pengorganisasian
c.
Pemberi
Perintah
d.
Pengkoordinasian
e.
Pengawasan
Kemudian dia
membagi/mengklarifikasikan tugas seorang manajer menjadi 6 (enam) kegiatan
yaitu :
a.
Technical
:
Teknik produksi dan manufactur pabrik
b.
Commercial
: Penyediaan bahan baku dan penjualan produk
c.
Financial
: Perolehan dan
penggunaan Modal
d.
Security
: Perlindungan
karyawan dn Asset perusahaan
e.
Akuntansi
: Pencatatan dan pelaporan biaya, laba dan
hutang
f.
Manajerial
: Perencanaan, Pengorganisasi, Pemberian
perintah, Koordinasi dan Pengawan.
Henry Fayol juga mengemukakan 14
(emapt belas) prinsip-prinsip manajemen yaitu :
a. Pembagian kerja : Untuk mendapatan
efesiensi diperlukan spesialisasi pekerjaan.
b. Wewenang : Manajer memiliki hak
untuk memberi perintah dan perintahnya harus dipatuhi.
C. Disiplin : Harus ada respek dan
taat pada peranan dan tujuan organisasi.
d. Kesatuan Perintah : Setiap tenaga
kerja hanya menerima perintah dari seorang atasan, sehingga tidak terjadi
dualism perintah yang bisa saling bertentangan.
e. Kesatuan Pengarahan : kegiatan dalam
organisasi yang memiliki kesamaan tujuan harus
dalam satu kesatuan rencana (planning) dan diarahkan oleh manajer.
f. Mendahulukan kepentingan umum :
Kepentingan organisasi harus menjadi prioritas utama.
g. Balas Jasa : Kompensasi yang
diberikan kepada karyawan harus adil.
h. Sentralisasi : Keseimbangan yang
baik antara perintah dan pelaksanaan kegiatan (antara Sentralisasi dan
Desentralisasi).
i. Garis Wewenang : Harus memiliki
garis wewenang yang jelas.
j. Order : Bahan dan SDM harus berada
pada waktu dan tempat yang tepat sehingga karyawan diposisikan pada pekerjaan
yang sesuai dengan keahliannya.
k. Keadilan : Adanya kesamaan
perlakuan dalam organisasi.
l. Stabilitas Staff Organisasi :
Seringnya rotasi/perpindahan karyawan dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan
lain bisa menghambatbtujuan organisasi.
m. Inisiatif : Karyawan harus diberi
kebebasan untuk menjalankan rencana (planning) organisaasi sesuai dengan
kreatifitasnya.
n.Semangat Kebersamaan ( Esprit de
Corps ) Kesatuan dan semangat kebersamaan dalam satu kesatuan untuk mencapai
tujuan organisasi.
2. James D Mooney
James
D Mooney adalah seorang Eksekutif di General Motors. Definisi Oraganisasi
menurut James D Mooney “Sekelompok (dua atau lebih ) orang yang tergabung untuk
mencapai tujuan tertentu”, ada 4 (empat) kaidah yang harus dipenuhi untuk
membuat/merancang sebuah organisasi :
a. Koordinasi : Wewenang, Kebutuhan
yang sama, Tujuan yang sama, dan Disiplin
b. Prinsip Skalar : Prospek,
kepemimpinan,delegasi wewenang dan definisi fungsional
c. Prinsip Fungsional : Adanya
beberapa macam tugas dan wewenang yang berbeda
d. Prinsip Staff : Adanya perbedaan
antara staff dan pimpinan
3. Mary Parker Follet ( 1868-1933 )
Teori yang dikemukakan oleh Mary
Parker Follet bersama Charles I Bernard berdasarkan kerangka klasik tetapi juga
memperkenalkan beberapa unsur-unsur hubungan manusiawi, sehingga keduanya
dikenal sebagai penghubung antara Teori Klasik dan Teori Hubungan Manusiawi.
Mary
Parker Follet adalah orang yang pertama menerapkan psikologi dalam perusahaan,
dia percaya bahwa kerjasama yang baik antara manajer dan bawahan akan
menguntungkan perusahaan, karena konflik dapat dibuat konstruktif dengan
menggunakan proses integrasi, dimana jalan keluar bisa diperoleh dengan mencari
jalan keluar diantara perbedaan-perbedaan yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar